Sabtu, 06 Februari 2010

Mimpi

Pagi ini masih kembali… dan aku menulis di tengah kesepian dimana kawan-kawan masih santai di asrama.

Hhm….

Sebuah prestasi, memang semua ini berawal dari mimpi, sebuah keinginan, sebuah cita-cita, sebuah gairah hingga aku bisa seperti hari ini. Ku susuri langkah demi langkah hidupku demi mendapatkan banyak hal yang tak kuketahui sebelumnya. Segalanya berawal dari sebuah impian.

Suatu hari saat ku masih duduk di kelas 1 Tsanawiyah, ku bertemu dengan banyak orang yang penuh dengan inspirasi, mereka memiliki skill yang hebat dalamberbagai bidang. Misalnya A Muslih yang dari beliaulah aku belajar bagaimana menjadi pribadi yang ramah, santun dan lemah lembut terhadap sesama. Lalu A Hilman Fauzi yang menginspirasiku buat jadi pembicara yang memukau banyak orang. A Agung Sudrajat yang membuatku semangat belajar karena ingin jadi orang jenius seperti dia. A kurniadin Mahmud yang menginspirasiku bagaimana seharusnya seorang muslim itu, dan masih banyak lagi yang lainnya yang maaf aku tak biasa sebutkan satu-persatu.

Sampai suatu saat ku mulai berfikir bahwa kelak aku akan lebih hebat dari mereka. Hingga kini ya kurasa beberapa mimpi itu telah dapat ku raih. Segala puji Bagi Allah swt. Tentu saja dalam melalui semua itu membutuhkan proses yang tidak mudah. Yah, tapi nikmati saja, toh yang namanya hidup kan memang seperti itu adanya. Ada senang, ada susah, ada sedih ada gembira. Yang harus kita yakini adalah bahwa sebuah kebahagiaan tidak akan ada tanpa didahului dulu oleh kesusahan. Menurutku itu sudah sunnatullah, dan apalah artinya sebuah kesuksesan yang tidak di dahului dulu dengan perjuangan keras. Coba deh kita fikirkan, dan bayangkan kalau kita minum jus dalam keadaan haus dengan kenyang, kira-kira enak mana? Yah begitulah hidup, yang membuat jus tersebut enak bukan jus itu sendiri, melainkan diri kita yang sedang haus. Begitupun hidup kita, yang membuatnya bahagia bukanlah kebahagiaan itu sendiri, melainkan masalah-masalah yang menimpa sebelum kebahagiaan tersebut dating.

Ada lho orang yang ingin bunuh diri bukan karena stress ato depresi, tapi dia berfikir “hidup saya seneng nggak sedih juga enggak, ah saya pengen bunuh diri aja!” So, sabar dan ikhtiar adalah dua hal yang patut kita syukuri dan jalani. Yak arena kalo gak ada mereka hidup ini gak bakalan rame. Hal yang paling penting adalah doa serta pdkt kita sama Allah yang harus lebih intens lagi.

Perjalanan masih panjang….

Sampai jumpa kawan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar